Senin, 07 Februari 2022

Menulis itu Mudah

 



Resum : Pelatihan Belajar Menulis

Pertemuan : 10, Gelombang 23 dan 24

Narasumber : Prof. Dr Ngainun Naim

Moderator : Raliyanti

Tak terasa malam ini, hari ke 10 aku mengikuti pelatihan ini. Sekalipun tubuh ini agak sayu dari kemarin, namun semangatku tetap harus bertahan mengikutinya. Kubaca Wa dan tampak flayer untuk malam ini....

Enak rasanya rebusan buah sukun
Dimakan dekat pintu tralis
Selamat malam Prof Ngainun
Ijinkan aku belajar menulis

Sesi Pembukaan 

Ibu Raliyanti sebagai Narasumber malam ini, dengan gesit memberikan pembukaan, memperkenalkan diri, dan mengenalkan Narasumber yang hebat pada malam ini. Berikut  riwayat Beliau:

Riwayat Singkat

Prof. Dr. Ngainun Naim lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975. Pekerjaan sehari-hari sebagai Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.

 Publikasi

 Buku

1. Ngainun Naim, Islam and Religious Pluralism: The Dynamics of Meaning Seize, (Tulungagung:SATU Press, 2020).

2.  Ngainun Naim, Mujamil Qomar, Aktualisasi Pemikiran Islam Multikultural dalam Membangun Harmonisasi Masyarakat, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2020).

3. Ngainun Naim, Achmad Sauqi, Pendidikan Multikultural, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2009).

4.   Ngainun Naim, Pengantar Studi Islam, (Yogyakarta: Teras, 2009).

5. Ngainun Naim, Teologi Kerukunan, Mencari Titik Temu dalam Keragaman, (Yogyakarta: Teras, 2011).

6.   Ngainun Naim, Menipu Setan Kita Waras di Zaman Edan, (Jakarta: Quanta, 2015).

7.   Ngainun Naim, Teraju, (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2017).

8.   Ngainun Naim, Metodologi Fiqh Indonesia, (Tulungagung: STAIN Tulungagung Press, 2008).

9.    Ngainun Naim, Literasi dari Brunei Darussalam, (Tulungagung: Akademia, 2020).

10.    Ngainun Naim, Spirit Literasi, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

11.    Ngainun Naim, Proses Kreatif Penulisan Akademik, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

12.    Ngainun Naim, Rekonstruksi Pendidikan Nasional, (Yogyakarta: Teras, 2009).

13.    Ngainun Naim, Menulis Itu Mudah, (Lamongan: Kamila Press, 2021).

14.    Ngainun Naim, Sejarah Pemikiran Hukum Islam, (Yogyakarta: Teras, 2011).

15.    Ngainun Naim, Spirit Literasi, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

16.    Ngainun Naim, The Power of Writing, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2015).

17.    Ngainun Naim, The Power of Writing, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2017).

 Chapter Buku

1.        Ngainun Naim, “Quantum Ramadhan”, (Malang: SPN, 2017).

2.        Ngainun Naim, “Goresan Cinta Buat Bunda”, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2017).

3.        Ngainun Naim, “36 Kompasianer Merajut Indonesia”, (Jakarta: Peniti, 2015).

4.   Ngainun Naim, Kuliah Daring, Dinamika Pembelajaran Ketika Wabah Corona”,          (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2020).

5.    Ngainun Naim, “Dosen, Menulis, dan Belajar Online”, (Tulungagung: IAIN Tulungagung press).

 Jurnal Akademik dan Simposium

1.  Ngainun Naim, Abdul Aziz, Teguh, “Integration of Madrasah Diniyah Learning Systems for Strengthening Religious Moderation in Indonesia Universities”, dalam International Journal of Evaluation and Research in Education, Volume 11, Nomor 1, 2021 (Scopus).

2.    Ngainun Naim, Mujamil Qomar, “Actualization of Liberal Indonesian Multicultural Thought in Developing Community Harmonization”, dalam Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), Volume 9, Nomor 1, 2020 (Scopus).

3.   Hanif Cahyo Adi Kistoro, Badrun Kartowagiran, Eva Latipah, Ngainun Naim, Himawan Putranta, Darmanto Minggele,Islamophobia in education: perceptions on the use of veil/niqab in higher education”, dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Volume 10, Nomor 2, 2021 (Scopus).

4.  Ngainun Naim, As’aril Muhajir, “Islamic Radicalism and Deradicalization Strategies: A Contribution of Nurcholish Madjid”, dalam Jurnal Ilmiah FUTURA, Volume 20, Nomor 2, 2020 (Sinta 2).

5.  Ngainun Naim, “Radical Islam and the Radicalization Strategy: Reconstruction of Abdurrahman Wahid’s Thought”, dalam Episteme Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Volume 12, Nomor 2, 2017 (Sinta 2)

6.   Ngainun Naim, Qomarul Huda, Pendekatan Interdisipliner dalam Studi Hukum Islam Perspektif M. Atho Mudzhar”, dalam Al-Istinbath Jurnal Hukum Islam, Volume 6, Nomor 1, 2021 (Sinta 2).

7.     Ngainun Naim, “Potret Dinamis Islam Indonesia”, Harmoni, Volume 20, Nomor 1, 2021.

8.  Ngainun Naim, Deradicalization Through Islamic Education at State Institute for Islamic Studies (IAIN) Tulungagung”, dalam Madania, Volume 22, Nomor 2, 2018 (Sinta 2).

9.  Ngainun Naim, Islamic Jurisprudence for Diversity: From Theological-Normative Reason to Progressive Contextual Reasoning”, dalam Al-‘Adalah, Volume 15, Nomor 1, 2018 (Sinta 2).

10. Ngainun Naim, Pluralisme sebagai Jalan Pencerahan Islam: Telaah Pemikiran M. Dawam Rahardjo”, Jurnal SALAM, Volume 15, Nomor 2, 2012.

11. Ngainun Naim, Pengembangan Pendidikan Aswaja Sebagai Strategi Deradikalisasi”, dalam Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Volume 23, Nomor 1, 2015 (Sinta 2).

12. Ngainun Naim, Abdurrahman Wahid: Universalisme Islam dan Toleransi”, Kalam, Volume 10, Nomor 2, 2016 (Sinta 2).

13. Ngainun Naim, Islam dan Pancasila: Rekonstruksi Pemikiran Nurcholish Madjid”, dalam  Episteme Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Volume 10, Nomor 2, 2018 (Sinta 2).

14. Ngainun Naim, Kebangkitan Spiritualitas Masyarakat Modern”, dalam Kalam, Volume 7, Nomor 2, 2013.

15.  Ngainun Naim, Mengembalikan Misi Pendidikan Sosial Dan Kebudayaan Pesantren”, dalam  Jurnal Pendidikan Islam, Volume 27, Nomor 3, 2012.

16. Ngainun Naim, Membangun Toleransi dalam Masyarakat Majemuk, Telaah Pemikiran Nurcholish Madjid”, Harmoni, Volume 12, Nomor, 2013 (Akreditasi B).

17. Ngainun Naim, Kecerdasan Spiritual: Signifikansi dan Strategi Pengembangan:, Jurnal Ta’allum, Jurnal Pendidikan Islam, Volume 2, Nomor 1, 2014.

18. Ngainun Naim, Rekonstruksi Nilai-nilai Pesantren: Ikhtiar Membangun Kesadaran Pluralisme dalam Era Multikultural”, dalam EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 2009.

19. Ngainun Naim, The Development of Islamic Study Through The Study of Figures: Significance and Methodology”, dalam AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, Volume 2, Nomor 2, 2017 (Internasional Bereputasi).

20.  Ngainun Naim, Deradikalisasi Berbasis Nilai-nilai Pesantren Studi Fenomenologis di Tulungagung”, dalam AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, Volume 22, Nomor 1, 2017 (Sinta 2).

21. Ngainun Naim, Membangun Kerukunan dalam Masyarakat Multikultural”, dalam HARMONI, Volume 15, Nomor 1, 2016 (Sinta 3).

22.  Ngainun Naim, Islam dan HAM: perdebatan mencari titik temu”, dalam IJTIHAD: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Volume 30, Nomor 2, 2015 (Sinta 2).

23. Ngainun Naim,Kerukunan Antaragama Perspektif Filsafat Perennial: Rekonstruksi Pemikiran Frithjof Schuon”, dalam Harmoni Jurnal Multikultural dan Multireligius, Volume 11, Nomor 4, 2012.

24.Ngainun Naim, Spiritualitas Islam dalam Diskursus Kebangkitan Spiritualitas Kontemporer”,  dalam Kontemplasi, Volume 6, Nomor 2, 2009.

25. Ngainun Naim, Strategi Penanganan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia: Perspektif Pendidikan”, dalam National Simposium “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme”, Jakarta, 2012.

26. Muhammad Fathoni, Ngainun Naim, “Laduni Science on Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective”, Kontemplasi, Volume 8, Nomor 2, 2020.

27. Ngainun Naim, “Aneka Ragam Spiritualitas dalam Kebudayaan Kontemporer”, El-Harakah, Volume 11, Nomor 1, 2009.

 

Blog:

https://www.spirit-literasi.id/

dan

https://ngainun-naim.blogspot.com/

 

Bapak Prof . Ngainun Naim memperkenakan diri sebagai keluarga guru, Beliau, ayah maupun ketiga adknya sebagai guru. Maka jika bersama para guru Beliau lebih semangat.

Sesi Materi 

Materi malam ini sama dengan buku karya Beliau yang ditulis pada tahun 2021.
Kunci agar menulis itu menjadi mudah, maka :

1. Ubah pola pikir
    Selama ini kesan umum bahwa menulis itu sulit, maka benar-benar menjadi sulit.
    Bangun kesadaran  bahwa menulis itu mudah.
    
2. Berlatih menulis
    Teori memang penting, namun jika tidak mempraktikkan maka seumur hidup pun gak pernah bisa          menulis. Meeka yang menjadi penulis, karena mempraktikkan menulis secara disiplin setiap hari.
    Ingin jadi penulis yang sukses, maka wajib hukumnya menulis setiap hari meski hanya 1 paragraf.
    Tak ada rumus instan dalam menulis.
3. Banyak membaca
    Menulis ibaratnya mengeluarkan tabungan membaca.Jika tidak pernah membaca maka tidak ada            pula yang dikeluarkan. Baca sedikit demi sedikit, berhenti, renungkan, catat hal penting. Dalam              membaca utamakan paham, bukan katam.
4. Meluangkan Waktu
    Hari gini semua orang memiliki kesibukan masing-masing. Solusinya managemen waktu dengan            baik. Jangan menunggu waktu luang, tapi LUANGKAN WAKTU untuk menulis.
5. Rajin mengamati, mencatat, dan mengolah apa yang sudah dicatat menjadi tulisan.
    Contoh tulisan dari Narasumber:
  • https://www.spirit-literasi.id/2019/03/ternate-landmark-di-suatu-senja.html
  • https://www.spirit-literasi.id/2022/01/kado-sangat-indah-di-awal-tahun.html
    Peserta pelatihan bisa mengunjungi Blog dari Narasumber :

                                                https://ngainun-naim.blogspot.com/
6. Belajar menulis kepada para penulis.
     Group belajar Menulis sebagai media. Untuk lebih efektif, kunjungi tulisan-tulisan, komentari.


Sesi Tanya Jawab : 

1. Cara mengatasi  agar PD dan tata tulis artikel
   Tetap lanjutkan nulis saja, kritik, baca, komentar dll abaikan saja, Setuju atau tak setuju                silakan  saja.
   Untuk tata tulis persoalan jam terbang, jadi semakin sering menulis maka tulisan makin enak         dibaca dan mudah dipahami.
2. Mudahnya menulis dan saran membagi waktu di rumah, di sekolah untuk mewujudkan keinginan       menulis. 
  Diri sendiri yang tahu kapan memungkinkan untuk menulis, bahkan melakukan 2- 3 pekerjaan           secara  bersamaan. Ibu-ibu jauh lebih dapat memanagemen waktu daripada bapak-bapak.
3. Yang dilakukan Narasumber jika menulis ditengah-tengah mengalami blank dan trik menulis agar di     awal dan di akhir enak dibaca.
  • Jika blank beranjak ke dapur, bikin teh manis, atau kopi, ke teras meregangkan otot pikiran.    Setelah cukup saya kembali cek tulisan. Saya baca ulang. Jika belum ada ide, saya print. Saya baca. Jika tetap belum ada, saya akan baca-baca buku atau cari data di internet. Bisa juga diskusi dengan kawan. Dengan begitu biasanya ada ide yang menyambungkan kemacetan.
  • tergantung jenis tulisan. Jika tulisan di blog, saya memakai teknik FREE WRITING.  Pokoknya menulis apa saja yang ada di pikiran sampai habis. Tapi jika tulisan ilmiah tentu beda. Saya bikin draft, menulis, revisi, menulis lagi, revisi, menulis lagi, direview sejawat, revisi lagi, dan begitu sampai capek 
4.  Agar tulisan selesai dengan baik, Cara mudah menuliskan artikel yang menginspirasi, strategi dan     trik memulai tulisan agar lancar dan runtun, Cara mudah mengubah pola pikir agar kosa  kata         untuk menyambung tulisan yang terputus bisa dilanjutkan, yang harus dilakukan sebagai pemula       agar gelora semangat  cair dengan baik
  • Kebiasaan diawali dengan paksaan, paksa untuk menulis.
  • Tetap berproses, berlatih, dan terus berlatih, lama-lama mudah
  • Lancar dan runtut hasil dari kebiasaan, bikinlah outline
  • Judul : Menulis di Tengah Kesibukan,  
  1. Potret Kesibukan Sehari-hari, Sibuk Tapi Ingin Menulis, 
  2. Sibuk Tapi ingin menulis
  3. Upaya mengelola waktu agar bisa menulis di tengah kesibukan
  4. Penutup
5. Cara menuangkan tulisan agar menarik
   Buka komputer, ketik apa saja yang ada dalam pikiran, terus ketik jangan diedit, jangan menulis       sambil mengedit. Perlu edit tapi waktu tersendiri, tidak bersamaan menulis.
6. Sebagai penulis pemula jika memiliki pola fikir kritis dan setiap tulisan harus terlihat baik dan         perfect,baik dan sempurna, menghambatkah ini ,sebagai penulis pemula? 
   Kita diwajibkan menulis secara rutin agar terbiasa, ini menjadi tantangan penulis pemula.
  Cara berpikir semacam itu terbalik. Saya kebetulan Profesor Filsafat yang menyukai menulis. Jika     ingin menulis, mulailah dari yang tidak ideal. Jangan mulai dari yang ideal. Nanti ndak selesai.          Pokoknya menulis dulu. Begitu selesai baru disempurnakan. Jangan kebalik. Nanti tulisannya nggak     selesai. 
7. Trik menyikapi hati saat mulai menulis agar bisa dikatakan bahwa menulis itu mudah.
   Yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah. Jika sulit, tetap teguh pada keyakinan bahwa           mudah. Nanti semuanya akan mudah. 
   Contoh catatan tentang Kupang    https://ngainun-naim.blogspot.com/2020/02/senja-di-pantai-           warna-oesapa.html
8. Cara membuka pola pikir rekan sejawat supaya mau menulis.
  Mulailah dari diri sendiri maka orang lain akan meniru kita. Tugas kita menyampaikan, bukan            mengubah orang. Jika kita memberikan teladan yang menarik, orang akan ikut kita
9. faktor yang membuat kita kesulitan untuk menulis. 
  Faktor pertama: internal. Ini faktor utama. Kata para ahli, kalahkan diri sendiri. Kalahkan rasa          malas. Kedua: eksternal--lingkungan, fasilitas, dan sebagainya.
10. Cara membangkitkan dan tetap menjaga komitmen meluangkan untuk menulis.
   Hal terberat dalam menulis adalah MERAWAT KOMITMEN. Sesibuk apapun, luangkan waktu. Ambil       jeda. Misalnya: sibuk mengajar sampai sore. Ambil 15 menit saja untuk menulis. Buat variasi         kegiatan kita. Itu akan membuat hidup lebih indah. Yakinlah. Kita tidak akan rugi menyisihkan 15-30     menit untuk menulis. Akan sangat banyak manfaatnya
   Saya biasanya menulis dengan tulisan tangan saat menunggu Rektor menuju ruangan. Paling ya        hanya dapat paragraf. Tapi itu lebih bermanfaat daripada tidak ngapa-ngapain.
11. Tipsnya diwaktu menulis sedang berlangsung menemui jalan buntu atau kehabisan ide untuk          melanjutkan
    Ya istirahat, ngopi, baca buku, dan tengok kembali tulisan kita. Jeda tetapi tetap ingat yang             ditulis. Bukan jeda tapi lupa dengan yang ditulis.
12  Caranya agar setelah membaca tulisan orang lain, kita tidak terpengaruh dengan gaya tulisan          orang tersebut dan cara memanajemen waktu dengan baik
  • nggak usah mikir seperti itu Bu. baca ya baca saja. pengaruh atau tidak itu hanya proses dan waktu. Kita itu punya karakter kita sendiri. 
  • Manajemen waktu: buat jadwal secara baik dan ikuti. Jangan buat tapi tidak diikuti. 
13. Cara mencari referensi dengan syarat mudah tidak ribet, cara memilih buku atau bacaan             referensi sesuai dengan apa yang kita mau tulis, Contoh saya mau tulis mengenai tips dan trik        mengajar pada masa tatap muka terbatas ini.  Menjaga motivasi menulis ini terutama dalam         hubungannya dengan keluarga, tempat tugas maupun mood harian
    • Bisa kunjungi: https://scholar.google.co.id.  Di sini tersedia jutaan artikel jurnal dan buku. Bisa juga kunjugi: https://www.researchgate.net/. Dua itu saja dulu. Nanti komputernya nggak muat 
    • Kunjungi dua situs yang saya ketik di atas. Ketik: mengajar di masa pandemI I             
    14. Cara menumbuhkan gairah menulisDan  agar gairah menulis itu tetap stabil
        Kunci awalnya dipaksa Bu. Paksa diri untuk mencintai menulis. Nanti lama-lama akan terbiasa.      Saya dulu memaksa diri untuk menulis. Sekarang merasakan nikmatnya.
    15. cara kunci menulis esaayy dan menulis opini populer dengan mudah, karena jujur saya sangat        sukar dimateri tersebut. Cara mengaplikasikan ide dengan  bahan yang ada di  sumber bacaan      dengan baik. 
        Kunci menulis apa pun itu bisa dibedakan menjadi dua: kunci dasar dan kunci umum.
        Kunci dasar menulis itu ya seperti yang sudah saya jelaskan pada banyak pertanyaan di atas
        Kalau kunci umumnya ya berkaitan dengan jenis tulisan.
        Sepanjang sudah menguasai kunci dasar: mau menulis jenis apapun biasanya mudah.
    16. Cara mempertajam agar kita lebih mudah menemukan outline
        Bisa berlatih membuat outline sesering mungkin. Ingin menulis artikel, bikin outline. Semakin            sering dilatih, semakin mudah.

    Sesi Penutup

    Ucapan terimakasih Narasumber buat Moderator dan pesertab atas kebersamaaannya.

    Kesimpulan : 
    6 kunci dari Narasumber jangan sekedar dibaca, namun dipraktikan.

    Refleksi

    Malam ini saya mendapatkan wawasan tentang menulis itu mudah, 
    1. mengubah mindset menulis sulit menjadi menulis mudah
    2. mempraktikkan bukan hanya membaca teori
    3. kontinu untuk berlatih, rajin membaca, rajin berkunjung ke tulisan orang lain dan  meluangkan     waktu
    4. BISA ITU KARENA BIASA

    Terimakasih Prof Ngainun, Salam hormat saya....

    Jumat, 04 Februari 2022

    Komitmen Menulis di Blog


    Resum           : Belajar Menulis
    Pertemuan    : ke 9 Gelombang 23-24
    Narasumber  : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si
    Moderator      : Rosminiyati

    Malam ini pertemuan ke 9 pelatihan belajar menulis...
        Malam ini begitu sunyi
        Ingin kutepis hilangkan shock
        Bapak Dedi bawakan materi
        Komitmen menulis pada blog
    Kubaca pada WA, Ibu Rosminiyati selaku moderator menyapa peserta dengan suara renyahnya, mengajak tersenyum, dan tanpa beban untuk mengikuti pelatihan. Beliau memperkenalkan narasumber malam ini yaitu Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.
    • Seorang guru Matematika  luar biasa hebat, 
    • Lahir di Jakarta 
    • Usia 57 tahun
    • 3 kali menjadi Kepala Sekolah di SMK yang berbeda
    • Sejak tahun 2013 - sekarang kembali menjadi guru
    • Master guru bloger
    • Pendidik, Trainer, Narasumber, dan Motivator, telah bersinergi dengan sedikitnya 32 lembaga Internasional dan domestik
    • aktif di 5 organisasi pada tahun 2005 – 2013,
    • peraih 24 prestasi di dalam dan luar negeri tahun 1974 – 2012,
    • aktif mengikuti 36 workshop dan seminar di berbagai bidang, khususnya terkait profesi dan keahlian yang dimiliki saat ini,
    • sebagai Panitia/Tim/Delegasi di 29 kegiatan
     Profil Beliau; https://trainerkita.wordpress.com/about/

    Sesi Pembukaan

    Perkenalan narasumber, sebagai bloger sejak tahun 2005.
    Mengelola sekitar 14 blog. Beliau menyampaikan materi berdasarkan pertanyaan yang masuk.


    Bagi yang suka berkenalan melalui instagram

    Sesi Materi

    Menulis di Blog  karena menulis di blog seperti catatan harian atau diary yang dapat dipublikasikan di internet dibaca seluruh dunia.
    Manfaat menulis pada blog : 
    • mencari referensi tentang apa saja, 
    • menjadi website kita, fasilitas gratis, 
    • tulisan di blog dapat membukakan pintu menuju kegiatan event-event  tertentu, 
    Kriteria blog yang bagus,  diupdate scara rutin, isinya bermanfaat buat org banyak, banyak pengunjungnya, update blog bisa tiap hari, seminggu skali, sebulan sekali ... tergantung pemiliknya

    Fungsi menu yang ada di blog, 
         Menu paling sering digunakan : write/ menulis artikel. Menu seperti kamar           pemilik bisa satu kamar, 4 kamar, 9 kamar, itu relatif.
         Cara menggunakan menu pada blog, dapat mencari di google langkah-               langkahnya. Kita bisa klik sana sini agar bisa tahu penggunaannya lewat trial         and error, sehingga bisa menguasai dan menikmati manfaatnya.

    Mewujudkan mimpi mengikuti jejak Narasumber,
         Aktif - bersinergi sesuai apa yang kita tekuni dan bidang lain yang dapat kita         lakukan. Jangan menutup diri barangkali pada bidang lainpun dapat kita               lakukan.

    Antara menulis blog  dengan  website setara. Hanya penampilannya berbeda tergantung kreatifitas pemiliknya. 
          blog adalah bentuk aplikasi website yang berbentuk tulisan-tulisan (yang              dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. 
          Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan isi terbaru dahulu                        sebelum  diikuti isi yang lebih lama, meskipun tidak selamanya demikian. 
          Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet          sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

          Tampilan Blog pertama dari Narasumber

    Tampilan blog terakhir narasumber, dengan postingan terbanyak 5000.


    Tips/konsep agar bisa menjaga komitmen menulis di blog dan konsisten menulis setiap hari di blog, versi narasumber.
    • Punya blog harus komitmen mengisinya, bisa kelola sendiri atau membayar orang untuk mengisi nya.
    • Jika seorang guru, bisa meminta siswa untuk menulis sesuatu dan bisa posting fotonya agar siswa senang dan bahagia.
    • Memanfaatkan waktu ketika menunggu menjemput, menunggu penerbangan, dapat menulis  beberapa artikel misalnya menggunakan wordpres yang memfasilitasi menulis melalui aplikasi didownloud melalui playstore. Beberapa tulisan oleh Wordpres sudah dijadwalkan penerbitannya, sehingga apabila tidak sempat menulis, tulisan tadi sudah rutin terbit seolah-olah tulisan baru padahal sudah lama. Contoh tabungan menulis Narasumber: 
    Apabila Narasumber  sangat sibuk di februari ini pun, posting di blog beliau akan muncul setiap hari hingga akhir feb 2022.

    Jika kita mempunyai beberapa blog, dengan isi blognya sama, itu pun boleh, bebas saja karena itu blog milik kita sendiri.

    Tips agar blog ramai dikunjungi sekaligus mendapatkan kritik dan saran membangun, maka:
    • isi blog anda dengan apa saja yang banyak orang cari dan butuhkan
    • sering berkunjung ke blog orang lain dan meninggalkan komentar di blog orang lain
    • promosi di group WA
    • perhatikan statistik blog anda
    • artikel mana yang banyak dibaca, boleh di perbanyak lagi postingan sejenis
    Cara memiilh tema yang bagus/berkualitas, 
    • tergantung mood, ide, keresahan, bacaan terbaru, omongan teman, acara tv, konten yutub atau apa saja bisa jadi pilihan tema tulisan
    • Sifatnya bebas.
    • Kualitas  itu relatif
    Cara menuliskan di blog cukup diketik saja. Bisa googling untuk menambah wawasan.
    Contoh dari Narasumber:

       2. https://dedidwitagama.wordpress.com/2022/01/28/kupi-pahit-kue-manis/

    Selaku blog pemula, maka cara memperkenalkan blog kepada khalayak, 
    1. kopi link blog anda dan sebarkan di semua group WA yg ada di HP anda, 
    2. jika       anda guru berikan pelajaran lewat blog anda, 
    3. kasih link pengisian daftar hadir   dan link soal di blog anda, maka semua      murid anda akan mengunjungi blog  anda, jadi terkenal deh blognya 
    Cara menangkap data data pengunjung blog kita dan mendatangkan mereka kembali ke blog kita,
    1. Lihat di statistik blog anda, agar mereka kembali ...
    2. Posting ssuatu yang mereka butuhkan 
    Statistik blog Narasumber

    Menulis di blog pribadi atau blog bersama, bebas saja terserah pemilik.
    Tentu saja masing-masing ada  kelebihan dan kekurangan, tinggal dipilih.

    Naskah yang direncanakan untuk menjadi buku,
          Tulisan anda, blog anda silahkan saja, Blog dapat dijadikan promo bahan buku anda                   dapat  mendorong mereka membeli buku anda.

    Tulisan di blog dijadikan buku, sangat bisa, 
          Langkah-langkah cepat untuk menjadikannya buku, menyuruh orang, bayar.
          Jaman sekarang serba bisa, apa yang tidak mungkin?

    Cara agar tulisan di blog dapat dijadikan tambahan penghasilan, 
    • Sistem endors misal mempromosikan fasilitas hotel, jika tulisan diposting maka ada kesepakatan mendapatkan imbalan dari hotel . 
    • Fasilitas menginap di hotel gratis dengan syarat bawa blog, imbalan membuat reviu produk pelayanan hotel, sepatu, tas, iklan rumah yang dibuat artikel padahal iklan, maka menghasilkan uang. 
    • Ikut lomba-lomba, mendapatkan hadiah dan fasilitas keliling daerah-daerah.    
    • dsb
    Tips agar kita pintar dan cerdas dalam mem-branding blog supaya terkenal di pasar internet, kekinian, dan terus menyesuaikan diri pada masa yang akan datang, maka harus banyak baca, termasuk blog-blog terkenal orang luar negeri.
    Endingnya kita akan tahu apa tren terkini dan meramalkan tren masa depan ... bahkan kita bisa membuat trend masa depan

    Motivasi untuk tetap komitmen menulis di blog, 
           Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, orang mati                 meninggalkan nama.
    Jaman sekarang sudah tidak tepat. Yang bagus, Kita mati meninggalkan tulisan.
    Tulisan di blog pasti ada yang baca. Kalaupun tidak, jika diniatkan untuk kebaikan maka ada balasan. Jadi makin banyak niat baik kita maka semakin banyak balasan dari Yang Kuasa Pencipta Semesta ini. Tak ada yang percuma dalam hidup. Apapun yang kita kerjakan apalagi kebaikan yang kita lakukan pasti akan datang kepada kita dalam bentuk kebaikan sedikit tidak kita duga. Menulislah terus dan nikmati apa yang akan anda hasilkan....

         Hambatan dalam komitmen di blog, pasti pernah,  saat kering ide, atau terlalu sibuk urusan lain, tidak nulis, biarkan aja tak ada posting baru, saat ide mulai ada, sy nulis lagi, dinikmati aja proses ngeblognya, ga usah dipaksa, tak nikmat kalo dipaksa. 
            
            Narasumber sering kopi caption instagram untuk jadi posting blog atau sbaliknya.
    Penyebanya beragam, mungkin sedang malas, tak punya ide, dsb 
    Narasumber tak berfikir atau mencari ide agar blognya  banyak dikunjungi orang
    Narasumber mencontoh detik.com yang ramai pengunjungnya karena menayangkan berita- berita pendek tapi selalu update. 
    Kalau pendek ternyata banyak yang suka, kenapa harus panjang???

         Memanfaatkan blog sebagai salah satu media dalam pembelajaran yang efektif dan efisien, analogi: manfaat rokok itu beragam ... ada yg bikin semangat, ada yg bikin santai, ada yg bikin muntah, ada yg biasa- biasa saja ... 
    Demikian pula dengan blog sebagai salah 1 media pembelajaran. 
    Karena tak ada satu pun metode yg efektif dan efisien.
    Tergantung banyak hal. Prinsi: Teknologi memberi fasilitas untuk kita gunakan kalau mau silahkan, tidakpun gak masalah... bebas saja !

          Narasumber mengelola begitu banyak blog tujuannya  ingin setiap blog  fokus pada tema- tema tertentu, agar lebih bisa dinikmati dan fokus.
    Manfaatnya,  suka dan senang saja.

            Bentuk komitmen yang harus dilakukan, agar bisa terus menulis dan berkarya, di tengah aktivitas kita yang beragam, dengan tetap komitmen menulis, layaknya membangun rumah yang harus diisi dengan perabotan, maka blog diisi dengan  tulisan, foto dll. Soal skill, bisa diasah karena berkat Tuhan itu luar biasa... makin sering menulis tulisan kita makin bagus. Jangan dipaksa, nikmati saja....
    Yang menikmati blog kita adalah kita sendiri juga, tidak ada yang percuma, tetap bermanfaat dan semua itu akan kembali kepada kita. semangat....

            Konten  yang paling disukai pelanggan saat inI, bisa kita lihat trend di tayangan twiter ataun trending di youtube itu perwakilan nitisen di dunia. Dari situ kita bisa tahu apa yang sekarang disuka pelanggan saat ini.
            Agar blog banyak/ramai pengunjung, dari segi yang kita bisa, asal topik menarik dan banyak dibutuhkan. Lakukan ATM, amati, tiru, modifikasi yang orang lain lakukan ibu lakukan.

    Sesi Penutup

    1. Ucapan terimakasih untuk moderator Ibu Rosminiyati dari Babel yang sudah bekerja dengan baik. 
    2. Terimakasih kepada peserta, ada lebih dari 21 pertanyaan peserta. Tetap berharap perjumpaan malam ini bermanfaat buat waktu-waktu ke depan, tetap bisa mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Semoga kita bisa meninggalkan jejak, kata-kata yang terurai sebagai warisan anak cucu dan boisa dinikmati orang lain yang membutuhkan di dunia ini.
    3. Selamat bagi yang mendapatkan vocer
    4. Semoga pandemi segera berlalu dapat berkesempatan berjumpa darat.
    Refleksi 

    Malam hari ini saya dapat belajar banyak hal tentang :
    • mengisi Blog
    • komitmen mengisi konten blog yang dibuat 
    • agar blog banyak pengunjung
    • menggunakan setiap kesempatan untuk menulis
    • Hidup dimanfaatkan untuk menulis sehingga dapat diwariskan dan dinikmati siapapun
    • Kita mati meninggalkan tulisan
    Terimakasih Bapak Dedi Dwitagama, M.Si. Bapak sungguh luar biasa dengan segudang prestasi dalam genggaman. Terimalah salam hormatku....



    Rabu, 02 Februari 2022

    Mengatasi Write's Block

     


    Resum           : Pelatihan Belajar Menulis
    Pertemuan    : 8, Gelombang 23 dan 24
    Narasumber : Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr
    Moderator     :  Widya Setianingsih
        

                Malam in serasa dingin. Bumi baru saja diguyur air dari langit. Serasa  cessss, setelah seminggu tidak hujan. Meski dingin, aku segera bersiap diri. Postingan flayer sejak tadi membuat aku tidak ingin melewatkan malam ini. Penasaran materi apa yang dakan disampaikan narasumber kali ini...
            Keinginan menulisku selalu muncul, namun setiap kali kebuntuan yang kutemui. Mengapa aku tidak seperti mereka? Cepat merangkai untaian kalimat hanya sekejab saja... Bagaimana aku bisa?
    Jarum jam terus berjalan... tak mau menunggu aku dalam kebuntuan....
    Mungkinkah jawabannya kutemukan malam ini?

    Kota Sorong banyak masakan
    Ada onde dan rica kalkun
    Ibu Ditta tolong jelaskan
    Antara WB dengan sudah pikun 

        Mengenal Narasumber, Ibu  Ditta Widya  Utami, S.Pd.,Gr
    • Alumni Pelatihan menulis PGRI angkatan 7
    • Angkatan I menulis bersama Prof Eko
    Sesi Pembukaan

    Dimulai dengan action menulis, tantangan dari narasumber yang cantik dan belia tentang "Salah"

    Aturan dari Narasumber:
    1. Narasumber mengirim link tulisan di group
    2. Peserta membuat tulisan dari apa yang telah dibaca
    3. Tulisan bebas bentuknya
    4. Dikirim di kolom komentar blog atau via moderator
    5. Waktu 15 menit
    Sesi Materi Pelatihan : Writer's Block


    Mungkin pernah kita alami suatu ketika ketika menulis tiba-tiba kehilangan ide menulis, blank....
    Gak tahu harus menulis apa....
    Jika seperti itu maka kita harus waspada, mungkin diserang virus WB. 
    WB menyerang siapapun.
    Tanda-tanda WB :
    • Sulit fokus, 
    • tidak ada inspirasi menulis, 
    • menulis lebih lambat dari biasanya,
    • merasa stres dan frustasi untuk menulis 
    Ketika muncul tanda-tanda WB segera untuk bangkit.
    WB bisa muncul dalam hitungan menit, jam, minggu, bulan, bahkan tahun.



    Berapa lama WB bisa terjadi?

    gantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi BW tersebut.

    Sampai kapan WB berlangsung?
    Tergantung diri kita sendiri, dan setiap orang berbeda-beda.

    Mengatasi Writer,s block: 
    1. mengetahui penyebabnya : mencoba topik baru dalam menulis, stres, lelah fisik/mental, terlalu perfeksionis
    2. Terus berlatih dan belajar
    3. Istirahat sejenak, melakukan hal-halyang disukai
    4. Perfeksionis boleh tapi... jangan terlalu
    Sesi Tanya Jawab:
    1. Kebuntuan menulis:  gunakan tulisan dari foto, atau tulis apa yang ada di sekeliling
    2. Penyebab WB pada saat menentukan topik baru: dengan mencari berbagai referensi
    3. WB vs overthinking, cara mengatasi virus WB berhari-hari: WB berbeda dengan overthinking, Bisa jadi overthinking justru menyebabkan WB. Yakin bahwa kita bisa mengatasi WB yan telah berhari-hari.
    4. Solusi jika narsum WB : jalan sekitaran rumah, melihat hijau-hijau sehingga segar kembali
    5. Takut diksi tidak tepat,: Lanjutkan menulis, Tak perlu khawatir salah diksi, Tulisan yang baik itu selesai...., Ajakan belajar free writing/ menulis bebas.
    6. Ide mengarang saat berkendara, ketika di depan laptop ide hilang: berhenti dulu, siapkan note kecil, tulis poin-poinnya,  bila di hp bisa direkam. 
    7. Ketika sedang menulis, terpaksa berhenti karena ada sesuatu: agar fokus buat kerangka menulis.
    8. Beda WB dengan pikun, trick agar WB tidak menyerang: pikun kelainan tingkah laku biasa terjadi pada lansia, WB bisa menyerang tua dan muda. Tric, kenali diri sendiri, kapan lelah, kapan bangkit, kapan berjalan lagi.
    9. Ingin nulis langsung beres: Lakukan free writing, selesai nulis stop, tentukan berapa kali akan melihat setelah itu move on. patuhi aturan sendiri
    10. Ada ide, terjeda gak ada sarana, sedang kumpul keluarga, pas ada waktu blank: aktivitas terkait tema tulisan, bermain tapi ide tetap mengalir.
    11.  Pertanyaan yang sudah masuk  belum terjawab, direkap dan akan dijawab Ibu Ditta
    Sesi Penutup
    • Ucapan terimakasih atas kebersamaan malam ini.
    • Pesan, jangan lupa bahagia agarvirus WB jauh dari kita.


    Refleksi:
    1. Malam ini aku diajak mengenal apa itu WB, penyebab, dan cara mengatasinya.
    2. Mengatasi WB memotivasi untuk tetap menulis dan berkarya
    3. Tulisan yang baik adalah selesai....
    4. BERHENTI, BANKIT, BERJALAN, BERKARYA berpulang pada diri masing-masing.
    Malam yang dingin, terasa hangat dan indah....
    Terimakasih Ibu 2 WIDYA yang belia, cerdas, berprestasi...
    Salam hormat saya.....