Senin, 07 Maret 2022

Menulis Di Kala Sakit

                                                                               
Pelatihan menulis:  ke 22
Gelombang            : 23 dan 24
Narasumber          : Suharto, M.Pd.
Moderator              : Dail Ma'ruf

                                                            Menulis Di Kala Sakit

Semenjak petang tadi turunlah gerimis rintik-rintik, menghalau gerah suasana....
Aku masih semangat melangkah melanjutkan perjalanan pelatihan menulis yang ke 22. 
Sore tadi terpampang sudah flayer yang hadir di WAG. Kubaca materi yang akan kuterima malam ini. 
Judul yang sempat membuatku terkesima... "Menulis di Kala Sakit"
Hebat benar... sesuatu yang wow....

Seekor ulat di daun kleresede
Dipatuk oleh Si burung parkit
Hebatlah  Bapak Suharto, M.Pd.
Hasilkan karya di kala sakit

Kegiatan malam ini dibuka dengan doa oleh Moderator, selanjutnya mengenalkan Narasumber malam hari ini dengan memutar Vidio apa yang dialami Narasumber ketika sakit.
Kehadiran narasumber malam ini memperkenalkan diri:
Nama     : Suharto, M.Pd. ( Cing Ato)
Asal        : Jakarta
Guru       : MTSN 5 Jakarta Utara

 Kisah Cing Ato, 

Cing Ato penah menderita Sindrom Guillain-Barre atau biasa dikenal sebagai penyakit GBS. Menurut artikel Helosehat, GBS adalah kondisi langka yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sistem saraf. Kondisi ini mungkin membuat saraf meradang yang mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan otot jika tidak diobati secepatnya.

Penyakit GBS (sindrom Guillain-Barre) adalah kondisi darurat medis.
  • Sebelum sakit pun sudah punya  1 buku solo.
  • Pada tahun 2016 awal  ikut belajar menulis
  • Pada tahun 2017 ikut intens di Cipanas kenal penerbit
  • Lagi semangat-semangatnya...terkena sakit hingga 1 tahun tak bisa bergerak.
        Selama tiga tahun delapan bulan Cing Ato masih berjuang untuk pulih. 
Beliau yakin Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya.
Beliau pun menikmati saja ujian dari Tuhan ini sambil terus menyukuri nikmat lain yang  Tuhan berikan
Dalam buku magnet rezeki, menurut Pak Nasullah,"ujian dan musibah laksana sebuah permen".
Pembungkusnya adalah musibah, tetapi di balik pembungkus itu Allah  sudah sediakan berjuta kenikmatan. 
Yakin hal itu, Cing Ato pun ikhlas  menerima dan banyak bersyukur.
     Dalam kondisi serba keterbatasan, Cing Ato hanya mampu membaca dan menulis dengan gawai/smartphone . Hal ini diawali dari tidak aktifnya saya karena tubuh tidak bisa bergerak selama satu tahun.
Terkadang agak stres juga karena tidak ada yang dikerjakan, hanya melamun seorang diri di kamar. 
Sesekali saya minta televisi dihidupkan. Karena tidak bisa menekan remot televisi tidak pernah ganti channel. Lama-kelamaan boring juga.
        Suara dari gawai istri saya yang tertinggal, mengubah pemikirannya mencoba menyentuh gawai, ternyata bisa tersentuh.. Beliau meminta asisten rumah tangga yang mengambilkan dan meletakkan di atas dada Cing Ato dengan beralaskan bantal. Setelah istri pulang dari mengajar saya bertanya kepada istri dimana  gawai saya. Maklum sudah 1,6 tahun saya tidak melihat gawai. Istri pun langsung mengambilkan gawai. Saya minta dibelikan peket internet dan berganti nomor. Karena nomor yang lama sudah tidak aktif.
    Dari sinilah Cing Ato melacak akun Facebooknya. Butuh waktu tiga hari baru ketemu pasword. 
Mulailah Beliau menulis dan memposting kondisinya. 
Satu pekan menulis timbul dalam pikiran Beliau untuk menuliskan aoa yang sedang dialami.. Akhirnya Beliau  menuliskan mulai dari, 
  • terserang penyakit, 
  • dirawat di rumah sakit, 
  • bagaimana saya menjalani selama di rumah sakit, 
  • peristiwa-peristiwa yang terjadi selama sakit, 
  • tutup tulisan sampai kembali ke Madrasah.
        Beliau menulis sesuai kronologis yang terjadi, jadi secara berurutan. Seperti melihat sinetron berseri. Banyak apresiasi dari sahabat Dumai. 
Tulisan Beliau dinantikan dan ditunggu kehadirannya. 
Pembaca pun Beliau ajak menentukan judul artikel terakhir. 
Banyak yang memberikan judul artikel terakhir. Beliau memilih"Kembali ke Madrasah". 
Berawal dari madrasah lalu ke rumah sakit dan tak pernah kembali selama 18 bulan.
        Ketika dipertengahan jalan ada sahabat sekaligus seorang narasumber yang memberikan ilmu kepada Beliau ketika mengikuti pelatihan dengan  KSGN. Sahabat tersebut menanyakan sedang menulis kisah orang atau kisah sendiri. Karena tokoh utama diganti dengan kata "AKU".
Beliau langsung menghubungi saya lewat vicol. Otomatis beliau melihat kondisi yang sebenarnya. Kurus seperti tengkorak hidup, suara tidak jelas, selang NGT masih menempel di hidung, selang ventilator masih menempel di leher. Beliau terharu dan mencoba melacak tulisan dari awal. Baru seperempat jalan beliau tidak sanggup lagi membacanya.
            Seminggu berselang Om Jay menghubungi Cing Ato lewat vicol. Beliau pun terharu tetapi beliau salut dan mengapresiasi tulisan Cing Ato. Dari sinilah Om Jay mengajak Cing Ato untuk ikutan pelatihan menulis. Cing Ato punn ikut walau terkadang tubuh ini tak mampu mengikuti. Alhamdulillah, karena lewat WhatsApp, materinya bisa saya baca di siang hari. Selanjutnya materi tersebut saya simpan di blog lalu saya jadikan sebuah buku "Belajar Tak Bertepi"
            Dari mengikuti pelatihan menulis gelombang 8, setidaknya memperkaya tulisan Cing Ato, sehingga tulisannya semakin hidup. Semua benda  yang ada disekitar ruang rumah sakit diikut sertakan dan di visualisasikan seperti suatu yang bernyawa.  Om Budiman salah satu narasumber pelatihan ini menyebutnya  dengan istilah CERPENTING (cerita pendek tidak penting). 
Bapak dan ibu bisa baca dan yakinlah  langsung bisa nulis buku cerita.
Buku tersebut berjudul"GBS Menyerangku" kisah nyata seorang guru bergulat dengan penyakit langka dengan menulis. 

Karena menulis setiap hari maka ratusan artikel sudah dimiliki Cing Ato.  Penyimpanan di Facebook dan blogspot. Dari artikel inilah dijadikan buku kedua ketika sakit. Buku itu diberi judul, "Menuju Pribadi Unggul".  Cing Ato berguru dan langsung dibimbing oleh bapak Akbar Zaenudin.  Beliau menyarankan untuk mencoba dikirim ke penerbit mayor, namun Cing Ato tidak bersedia,  Hal ini karena terlalu lama menunggu diterima atau tidaknya.  2/3 tulisan di blog belum dibukukan lagi hingga sekarang. Karena saya menulis bentuk buku yang lain.

Hampir setiap hari Cing Ato menulis, kebetulan masa pandemi covid-19 terjadi.  Hampir dua tahun bekerja dari rumah. Waktu-waktu kosong itulah DImanfaatkan untuk menulis. Cing Ato tidak bisa tidur sebelum mendapatkan ide untuk menulis. Terkadang Cing Ato banyak menerawang sampai dapat ide apa yang besok saya tulis.

Berikut ini daftar buku solo karya Cing Ato:
  1. Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018
  2. GBS Menyerangku 2020
  3. Menuju Pribadi Unggul2020
  4.  Kompilasi kisah inspiratif 2021
  5.  Belajar tak bertepi 2021
  6.  Aisyeh Menunggu cinta (Roman Betawi)2021
  7.  Menepis kesulitan menulis 2021
  8.  Gadis pemikat (cerpen) 2022
  9. Kado khusus sang bintang (motivasi belajar)2022
  10. Lentera Ramadhan 2022
Buku yang baru proses penulisan : 
  1.  Catatan harian guru blogger madrasah
  2.  Cing Ato Belajar pantun
  3.  Cing Ato Belajar puisi
  4.  Menulis dikala Sakit.


Buku GBS Menyerangku pernah diresensi oleh prof Dr ngainun Naim.
Buku menepis kesulitan diresensi oleh guru dari Kalimantan Barat dan menghantarkannya  menjadi sang juara.
      Selanjutnya Cing Ato berkeinginan untuk fokus ke jurnal ilmiah. 

Alasan Cang Ato Menulis untuk : 
1.  menambah amal ibadah 
    Di saat tak berdaya, Tuhan memberikan berkat yang luar biasa, 
  • kebanjiran teman yang ingin bersahabat
  • Banyak yang konsultasi tentang menulis
  • Dapat panggilan menulis dari adik  di Pusdatin ( gara-gara dia melihat dan membaca tulisan-tulisan saya di medsos)
  • Kedatangan para yuotuber
  • Menjadi narasumber pada pelatihan di KSGN PGRI
  • Mendapatkan penghargaan dari Bang Jafar DKI sebagai "Pahlawan pendidikan" Jakarta.
  • Banyak teman kerja dan teman medsos yang membuat buku., dll
                                                         
2.  kenaikan pangkat
3.  kebanggaan/ motivasi/ inspirasi.
4. mengabadikan ilmu yang dimiliki agar tidak hilang ditelan waktu. 

Cing Ato pun mengembangkan sayap, merambah ke bidang desain cover buku, flayer, layout buku. 
Beliau mengikuti pelatihan desain cover lewat canva secara berbayar. Setidaknya Beliau bisa membuat cover buku sendiri, membantu teman-teman  untuk membuat cover bukunya dengan gratis, 
membantu membuat desain cover buku dan flayer di Penerbit YPTD juga gratis dan siap membantu bapak dan ibu untuk membuatkan cover pada pelatihan ini.Silahkan kirim judul dan sinopsisnya. Cukup dengan gawai melalui aplikasi canva langsung jadi. Kalau mau belajar otodidak silahkan lihat di yuotube saya. Chanel "Suharto MTsN 5 Jakarta" 
Menulis sulit bagi pemula. Tapi Cing Ato tidak diam saja. Cing Ato berusaha untuk tahu rahasia menulis melalui pelatihan menulis.
Cing Ato menanyakan bagaimana memulai dan mengakhiri dalam menulis. 
Jawaban yang diterima: 
1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai
2. Tulis apa yang pernah kita alami dan rasakan.
3. Tulis apa yang ada di sekitar kita.
4. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting pesan tersampaikan.
5. Dll

        Ketemulah kuncinya. Cing Ato mengawali menulis apa yang pernah saya alami dan rasakan. Jadilah buku memori tentang  menuntut ilmu dari sejak tingkat SD sampai menjadi guru ASN di kementerian agama., "Mengejar Azan",  dan "GBS Menyerangku"
        Akhirnya menulis  yang tadinya terasa sulit setelah mengetahui kuncinya menjadi mudah.
Maka terbitlah "Menepis Kesulitan Menulis". Buku ini cocok untuk penulis pemula. Segera miliki,
Jadi, ketika  kunci menulis itu terpegang  maka  akan mudah berselancar mengarungi bahtera literasi.
                                                                                Kondisi terkini Cang Ato
Sesi Tanya Jawab:
1. yang menguatkan Cang Ato hingga bisa sembuh dan malah kembali mengajar :
  • Saya punya anak yang sedang mondok butuh biaya, jika tidak bangkit kemungkinan besar  kehilangan pekerjaan.
  • Sudah mempersiapkan segalanya untuk peserta didik. Kebetulan saya seorang motivator. 
  • Dengan menulis saya ingin melupakan sakit yang menahun inI
2. Tuna netra 6 tahun lalu. Dan simak materi Cang Ato. mau jadi penulis buku juga, agar mencapai cita-cita:
    akai ilmu dari om Jay.
  • Tulis yang kita bisa dan kuasai
  • Tulis apa yang kita alami dan rasakan
  • Tulis dengan bahasa yang sederhana.
       Coba mulai dengan menulis memor...itu lebih mudah karena bahannya sudah ada.
3. Dari 10 buku yang sudah terbit , yang paling banyak diminati pembaca yaitu Buku GBS Menyerangku sampai      saat ini masih ada yang pesan.
4. Menepis keraguan untuk terbitkan buku solo pertama,  saran Cang Ato...
    Sekarang tidak ada yang sulit untuk menerbitkan buku. Yang terpenting kita sudah punya draf tulisan.                  Cukup   kirim ke penerbit. Bisa kepenerbit mayor atau indie (berbayar)
5. hobi Cang Ato yang kuat pada menulis. Harapan yang ada dalam diri untuk bangsa Indonesia ke                              depannya, agar kegiatan literasi membumi di Nusantara ini. Setidaknya dengan banyak menulis pasti banyak      membaca. Dengan banyak membaca otomatis banyak pengetahuan yang di dapat.
    Bangsa yang besar berawal dari masyarakat yang gemar membaca.
6. Yang perlu dipersispkan jika kita ingin menerbitkan pengalaman hidup yang kita pandang bisa menginspirasi      orang lain, Contoh sederhana, ketika saya sedang memotivasi siswa saya agar belajar yang rajin. Untuk                motivasi dan inspirasi saya akan memberikan contoh bagaimana saya belajar hingga menjadi bintang pelajar     dan masuk ke perguruan tinggi dengan jalur prestasi.
    Atau bisa juga inspirasi dengan ketabahan menghadapi ujian dari Allah.
   Jelasnya ada hal yang pernah kita lakukan. Dan apa yang kita lakukan itu bukan saja bermanfaat untuk diri        tapi untuk orang banyak.
7. Keinginan untuk menulis tentang harapan bangsa kedepan , agar dengan tulisan cing Ato. bisa membuat             semangat para elit bangsa dan generasi muda dalam membangun bangsa:
    
    Dalam buku baik tersurat maupun tersurat  ada arah ke sana. Bagaimana seharusnya kita bersikap untuk diri     sendiri, bekerja, bergaul dengan orang lain. Dan lainnya

8. Sebenarnya fokus tema dari tulisan Bapak, mewujudkan tema tersebut menjadi buku. Karena untuk                      mengumpulkan tema-tema yang berserakan di blog atau Facebook perlu energi juga.
    Saya menulis selalu satu tema. Di blog itu enak sekali. Mudah mengumpulkan tulisan satu tema ada                       Istilah"Label" di label itu kita tulis tema yang kita akan tulis atau di Facebook "#" tagar. Jika kita tekan tagar           maka tulisan satu tema akan mudah dihimpun

   Tips dan triknya dalam menulis, 
    Menulis buku harus punya target. Jika tidak sulit tercapai. Kasih waktu untuk menulis jangan tunggu waktu         kosong 
    Usaha bapak selama sakit untuk melawan godaan marah dan cerewet atau minta dipahami, 
    selama saya sakit banyak dukungan dan suport baik dari keluarga, saudara, tetangga, teman , murid-murid.         Mereka super sekali.
    Wabil khusus istri tercinta yang sangat luar biasa dan anak saya begitu luar biasa. Mereka memberikan                 fasilitas untuk saya. Mendesain kamar seperti rumah sakit dan kantor 
9. Trik dan tips agar pengalaman hidup yang kita tulis, menjadi menarik dan ditunggu oleh pembaca,
  • Banyak membaca karya orang lain. Saya dahulu ketika menulis pertama saya lihat dan baca buku om Jay. Guru berhati cahaya. Saya pelajari gaya tulisannya.
  • Cari diksi-diksi yang indah-indah. 
  • Pembukaan atau prolog yang sedikit puitis
  • Bisa pakai gaya bahasa personifikasi, ironi dll.
  • Selipkan CERPENTING cerita pendek tidak penting sebagai penyedap tulisan.
10.  Memulai tulisan dengan konsentrasi hingga karya beredar di berbagai sudut kota.
        Pertama saya tentukan tema. Contoh misal,  kuliner. Maka  kita  harus menulis tentang kuliner. 
        Susun  daftar isi, andai 40 yang harus kita tulis.
        Kasih waktu untuk menulis setiap hari atau satu Minggu satu judul.
       Nah tinggal hitung sampai berapa bulan jadinya. Itulah target.

        Yang Bapak tuliskan sedangkan secara fisik proses pemulihan
  • menulis apa saja yang saya bisa dan kuasai.
  • Ada buku memor, ada motivasi, ada novel, ada cerpen, ada puisi, ada pantun dan lainnya.
  • Cukup dengan gawai atau smartphone saya menulisnya. Setelah itu saya share ke Facebook dan blogspot. Kalau sudah cukup baru saya copy ke laptop. Lalu diedit. Jadi 
        Strategi yang sederhana untuk mengatasi kala rasa jenuh dan hilang ide itu menghampiri. 
.       Saya lihat yuotube, TikTok, buku. Ada saja ide muncul 
11.  Tetap semangat menulis dalam kondisi sakit, 
        Semakin menulis semakin lupa dengan penyakit . Tetiba sudah sore atau sudah malam.
        Merasakan ada progres yang cukup signifikan.
        Tetapi saya tetap jaga kondisi, jika lelah ya, saya istirahat 

12.  Cing dibalik karya cing, yang bergenre puisi dan cerpen ada kisah nyata yang cing taburkan di dalamnya, 
       Saya awali dengan menulis kisah nyata. Tapi saya samarkan nama dan tempat.  Seperti cerpen "Gadis                   Pengejar Bus" ini kisah mantan pacar 

        Konsep cing dalam memilah menulis fiksi dan non fiksi,  trik dari cing agar suatu karya tersebut hidup
        Puisi. Seperti GBS Menyerangku. Itu saya jadikan judul puisi.
       Rindu " kisah kangen dengan anak-anak. Karena 3 anak saya merantau semua menuntut ilmu. Saya                    berduaan dengan mantan pacar
13. IIde awalnya. Suatu hari saya menjadi wakil kurikulum. Saya berkeinginan menulis buku panduan                         administrasi untuk guru-guru. Sudah hampir selesai saya tulis. Tapi saya kesulitan menis kata-katanya.                 Masih kaku sehingga tulisan itu tidak jadi. 
     Maka itu, saya mencari pelatihan berbayar ya, cukup mahal jutaan

     Saya ingin abadi. Walau jasad hilang ditelan bumi, tapi saya masih punya peninggalan buku yang bisa dibaca       banyak orang. Berharap menjadi amal jariah.

    Dukungan dari semua orang yang kenal dengan saya. Wabil khusus istri tercinta dan anak-anak ku yang             super. Beliau memberikan saya mobil untuk kerja.

14, Yang dikagumi Cing Ato, 
       Berkaitan dengan Agama, tentunya Rasulullah.
       Berkaitan dengan ilmu. Hamka. Beliau seorang ulama tapi pandai menulis bukan saja masalah agama                   tetapi juga sastra. Walau saya belum mempunyai bukunya. Hanya tafsirnya yang saya punya 

Penutup 
Ucapan terimakasih dan menutup dengan kata mutiara,
  1. Menulis saja terus biarkan orang lain yang menilainya.
  2. Jangan menunggu pintar baru menulis. Menulis saja terus nanti juga pintar.
Refleksi

Malam ini saya bisa belajar dari Cang Ato,
  • Berserah diri kepada Tuhan dan selalu bersyukur dalam keadaan apapun
  • Rencana Tuhan itu indah pada waktunya
  • Hidup adalah kesempatan untuk doa dan berkarya
  • Hidup adalah perjuangan
Terimakasih Cing Ato yang sangat hebat dan luar biasa.
Terimalah salam hormatku....

Jumat, 04 Maret 2022

Menjadi Penulis Buku Mayor

 

Pelatihan menulis  : ke 21
Gelombang              : 23 dan 24
Narasumber            : Joko Irawan Mumpuni
Moderator                : Widya  Setyaningsih

      Menjadi  Penulis Buku Mayor

Hai...teman-teman, bagaimana khabarnya?
Hari ini langkah kaki mengikuti pelatihan menulis sudah ke 21. Tak terasa .... meski banyak rintangan yang ada, satu persatu ada jalan keluarnya. 
Kubaca flayer untuk malam ini, materi tentang Menjadi Penulis Buku Mayor. Wah... seperti apa rasanya jika tulisan menembus Mayor ?

Pergi ke candi Boko lanjut kalasan
Bersama seorang sersan mayor
Narsum Bapak Joko beri wawasan
Menjadi penulis buku mayor

Kegiatan malam ini sama dengan hari-hari sebelumnya.

Pembuka
Dengan renyahnya Ibu Widya selaku moderator menyapa dan memimpin doa, dilanjutkan memaparkan CV Narasumber malam hari ini, Bapak Joko Irawan Mumpuni.

Materi


Kelebihan dari suatu karya yang diterbitkan oleh penerbit mayor adalah naskah karyanya akan dikelola lebih profesional, penerbit mayor biasanya punya fasiliatas lebih baik, modal, percetakan, SDM juga jaringan pemasaran yang lebih luas. 
Dikatakan penerbit mayor apabila jumlah terbitan buku pertahun penerbit mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor.
Penerbit andi salah satunya Penerbit mayor.
Syarat tulisan kita tembus penerbit mayor, lolos seleksi ketat.
Dari 300-500 naskah masuk di Penerbit Andi, yang diterbitkan hanya 50-60 naskah. 
Oleh karenanya penulis lalu menerbitkan pada penerbit indie. 
Pertanyaan menggelitik, dari Narasumber, saat ini para peserta BM ada di posisi mana?
Menurut Beliau, ada di posisi teratas, hanya mungkin belumlah PD.
Motivasi yang luar biasa ya....
 
Mengenal proses penerbitan buku:



Literasi di Indonesia masih rendah dibandingkan dibandingkan negara-negara tetangga. Hal ini dikarenakan antara lain berikut: 
 
Ciri-ciri penerbit yang baik:

Imbalan bagi penulis jika karya tembus penerbit mayor sebagai berikut : 


Kriteria karya untuk lolos pada Penerbit Mayor: 

  Naskah yang ditolak ternyata pada kwadran pink di bawah ini.

Kriteria Tema populer: 
Cara mencari tema yang populer dengan Google Trend
  • Buka Google trend
  • tulis tema trend, contoh: "batu akik"
  • Baca hasilnya
( Ternyata batu akik sudah tidak populer tapi 10 tahun lalu sangat populer )

Kriteria Penulis Populer 

Penerbit akan melacak profil penulis dari berbagai sumber: 
  1. Berapa banyak teman/pengikut di sosmed
  2. Seberapa aktif di grup2 yang diikuti akan lebih baii kalau penulis ini sbg adminnya dengan jumlah anggota ratusan ribu. 
  3. Apakah penulis ini punya blog sendiri dan seberapa aktif dan bagimana repon pembacanya. 
  4. Google Scholar adalah yang paling dicermati oleh Penerbit.
Jadi segeralah buat akun  Google Schoolar, Penerbit akan menemakan seperti berikut:


                                                Menuliskan salah satu Penerbit Andi yang populer

                                                Hasilnya : 

                                    Ini orangnya, perhatikan jumlah kutipan yang telah diperoleh dari buku apa terbitan                                                     mana sangat jelas terbaca


Tentang oplah (jumlah cetakan) yang akan dibuat oleh penerbit, perhatikan kuadran berikut :


  • Ilmu2 murni akan memiliki lifecycle yang panjang, sampai bertahun tahun buku itu cetak ulang terus karena laku dan tidak perlu direvisi.
  • Market lebar artinya banyak dibutuhkan oleh masyarakat, jika itu buku pelajaran maka jumlah siswa/mahasiswanya sangat banyak.

Gaya selingkung Penerbit Andi, mengutamakan konsistensi.


Tipe Penulis ada dua macam:
  • penulis idealis, tidak butuh uang
  • penulis industrialis, butuh uang



Penerbit menyukai kombinasi keduanya.
Ciri- cirinya sebagai berikut:





Motivasi dari Narasumber:


Rangkuman isi sesi Tanya Jawab :
  • Semua Penulis dibawah asuhan Prof. EkoJi akan diterbitkan Penerbit Mayor yaitu Penerbit ANDI tanpa dipungut biaya bahkan akan diberi Royalty.
  • Naskah yang bisa dikirimkan minimal 60 halaman. Ada buku 12 halaman, yaitu buku mewarnai untuk anak-anak.
  • Jumlah halam sangat terpengaruh oelah judul tema dan sasaran pembacanya.
  • Pada umunya akan dapat menjadi buku yanglayak diterbitkan maka jumlah halaman minimal ketikan stardart layout WORD yaitu 150 halaman.
  • Kriteria ANDI untuk Fiksi sangat simple; 1.Tidak mengandung pertentang isu SARA 2).Tidak mengandung pornografi 3).Tidak berpolitik praktis 4).Penulisnya punya pertemanan/jaringan yang luas
  • Big book atau cerita bergambar edukatif dapat masuk kriteria penerbit mayor
  • Kumpulan puisi biasanya kalau dibukukan saat ini tidak laku, Penerbit akan menolaknya kecuali penulisnya adalah Public Figure
  • Banyak penulis pemula dibawah asuhan Prof. EkoJi dalam waktu 2 bulan bisa jadi dan terbit bahkan ada yang langsung Juara nasional menurut Perpusnas. Maka para pemula kami sarankan ikuti kelas2 bimbingan menulis Prof.EkoJi
  • Menulis buku referensi boleh, jumlah halaman tak terbatas

Jika bapak ibu hanya ingin tetapi tidak menulis dan menulis beneran maka yang kita inginkan tidak akan pernah terwujud

Penutup

Moderator menutup pertemuan, terimakasih buat Narasumber,  mohon maaf jika ada kesalahan dengan untaian kata yang dirangkai begitu mempesona.

Releksi
Malam hari ini saya bertambah wawasan tentang:
  1. Proses penerbitan buku
  2. Syarat menembus Penerbit Mayor
  3. Bergaul dengan sosmed penting, dan selama ini jarang saya lakukan
  4. Kerja keras untuk mencapai tujuan
  5. Praktik nyata bukan diangan-angan agar berhasil/ terwujud
Terimakasih Bapak Joko, ilmu yang sangat bermanfaat...
Terimalah salam hormatku....




Rabu, 02 Maret 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor


 Pelatihan Menulis : ke 20
Gelombang             : 23 dan 24
Narasumber           : Edi S. Mulyanta
Moderator               : Mulyadi

Menguak Dapur Penerbit Mayor

Tak terasa malam hari ini langkahku ikut pelatihan telah mencapai yang ke 20. Ini berati 75% dari pertemuan yang akan dilalui. Malam ini gerimis rintik-rinti sedari sore tadi. Rasa dingin menusuk tubuhku sampai tulang belulang. Kucari switer agar tersa hangat tubuh ini. dan perlahan lap top aku nyalakan. Sore tadi sebelum beranjak pulang dari sekolah aku sempatkan membuka group menulis ini. Kulihat judul materi terpampang pada flyer " Menguak Dapur Penerbit Mayor. Wow ... berkelanjutan materi sebelumnya.

Bicara tentang dapur, menurut Wilkipedia, dapur berarti suatu tempat, biasanya di dalam rumah, di mana seseorang melakukan kegiatan mengolah dan menyediakan pangan. Dapur penerbit Mayor, tentunya berbicara tentang kegiatan mengolah dan memproses penerbitan buku. 

Saat liburan apa yang terjadi
Keliling kota naiklah bentor
Narasumber kita Bapak Edi 
Ajak menguak penerbit mayor

Sesi Pembuka
Moderator Bapak Mulyadi membuka pertemuan dengan berdoa. Selanjutnya memperkenalkan Narasumber malam hari ini yang didatangkan dari Penerbit Andi. Beliau adalah Bapak Edi S. Mulyanta seorang publishing consultant & e-book development. Beliau:
  • sebagai praktisi dibidang penerbitan, 
  • Magister Bidang teknik elektro
  •  akademisi atau dosen.
Sesi Materi
 
Istilah penerbit mayor mengacu pada jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. 
Jika  jumlah terbitan di atas 200 judul per tahun, maka dianggap sebagai penerbit skala mayor.
Tahun 2019 tahun yang paling berat dirasakan oleh dunia penerbita buku. Dunia penerbitan yang saat ini di bawah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), menjadi was-was dan memandang cukup berat tantangan ke depan dunia cetak dan produksi buku.
Undang-undang no 3 th 2017 tentang sistem perbukuan, telah memberikan isyarat yang tegas akan hadirnya format media digital yang telah diberikan keleluasaan untuk secara bertahan menggantikan dunia cetak.  Dipertegas lagi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah no 75 yang keluar pada tahun 2019, telah memberikan petunjuk secara tegas untuk memberikan arah ke dunia digital di penerbitan.
Garis besar posisi penerbit:
Posisi penulis :
  • Mendapat royalti
  • mendapat nilai angka kredit

Buku yang ditulis guru hendaknya, mengikuti peraturan pemerintah no 75 (th 2019) yang memberikan arah pelaksanaan undang-undang perbukuan  no 3 tahun 2017. 
Perkembangan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, menuntut penerbit- penerbit untuk berlomba-lomba menerbitkan buku yang mendukung literasi dasar. Hal ini juga menjadi  peluang  Bapak/Ibu Guru untuk dapat terbit menjadi semakin menarik. Kebutuhan bulku-buku untuk literasi ini tentu cukup banyak. Peluang ini kiranya dapat ditangkap oleh para guru untuk giat menulis.

Pemetaan antara kualitas dan besar market akan terlihat peluang yang menarik untuk mengisi tema-tema buku yang menarik penerbit.


Ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market.

Kuadran yang menarik bagi penerbit :
  • Buku yang punya market besar, 
  • kualitas yang ideal walaupun cukup sulit mencari kuadran buku yang ideal.
Kendala utama untuk terbit :
  • keterbatasan modal penerbit, sehingga ada penyaringan.
Data pasar sangat diperlukan, guna pengembangan buku lebih lanjut.
Penerbit biasanya akan melakukan scouting, atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. 

apak ibu bisa melihat terbitan kami dalam format digital di bukudigital.my.id

Salah satu hasil karya pelatihan menulis buku solo:


Bapak ibu bisa melihat-lihat terbitan kami dalam format digital di www.pbuandi.com dan bukudigital.my.id. Materi di open 20% sehingga dapat bapak ibu pelajari outline buku, judul buku, pembagian per babnya, dan lain-lain
contoh gratis yang dapat dibaca secara free:

Berikut ini karya-karya yang telah terbit sehingga memudahkan memberi arah tema buku apa yang kira-kira cocok dengan kompetensi bapak ibu.

Menulis naskah buku yang ditawarkan ke penerbit dengan model ATM, Amati, Tiru, dan modifikasi.
Biaya penerbitan buku mayor dari penerbit itu sendiri. 
Karena banyaknya buku yang ditolak penerbit, akhirnya penerbit memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah.
Trik yang dapat digunakan dan cukup mujarab adalah menulis berbarengan dengan pembiayaan gotong royong antar penulis. Banyak plus minus nya apabila menulis keroyokan, terutama angka kredit yang kecil karena dibagi beberapa penulis.

.Konsentrasi penulis adalah" di Materi yang otentik, dan unik".

Tiga aspek penting: 

Kesimpulan
Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan bukunya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Sesi Tanya Jawab:

1. Cara meningkatkan rasa percaya diri bahwa buku kita akan dilirik di toko buku:
        *tulislah apa yang menjadi passion  bapak ibu sesuai kompetensi bapak ibu.
  Cara  mengelola % dari harga buku agar harga buku itu dianggap murah tapi tidak merugikan penulis:
        *Harga buku dihitung dari jenis kertas, ketebalan, hingga finishingnya. Untuk harga konten biasanya tidak              dihitung. Untuk mencapai harga murah, biasanya jumlah eksemplar cetak diperbanyak sehingga lebih                   efisien dan efektif. Jadi semakin banyak jumlah eksemplar akan semakin murah buku tersebut.
   Trik jitu agar menarik dan mudah belajar Bahasa Mandarin:
        * belajar bahasa adalah belajar bersosialisasi, sehingga memerlukan jam praktik  yang cukup panjang tidak             hanya teoritis saja.
2. Bila persyaratan tidak sesuai dengan Penerbit mayor, masih bisakah diterbitkan dengan biaya sendiri , 
        * umlah buku cetak tidak harus massal di atas 300 eksemplar, akan tetapi bisa di custemize jumlahnya. 
3. Materi matematika khususnya yang sesuai dengan kurikulum mendatang   di tawarkan ke penerbit, 
     * PA sedang mencari tema-tema yang sesuai dengan kurikulum baru. Literasi numeris menjadi target kami          dalam mencari naskah,

    Penyajian menulis tentang buku materi yang berkaitan dengan profil pelajar Pancasila, 
        * 

   Saya belum melihat persyaratan naskah yang diajukan ke Andi. (Ukuran kertas, jenis font, dll. Atau saya yang     belum bisa buka link yang dimaksud) kemarin memang ditunjukkan link yang bisa dibaca, tetapi saya belum       ketemu persyaratan nya.
4. Buku pelajaran merupakan salah satu buku favorit yang penting membuatnya yg ideal. definisi idealnya             Seperti apakah sehingga buku yang kita cetak menarik konsumen, 
        * 
    *   Buku yang ideal: 

5. Naskah buku , yang  lolos dicetak oleh penerbit mayor akan dibantu memasarkan 
        * benar, penerbit akan merencanakan dari produksi hingga pemasaran. Tentunya dibantu oleh penulis,                   misalnya untuk promosi, webinar, workshop dan lain-lain dalam memperkenalkan buku tersebut ke                    khalayak

6. Kriteria atau syarat utama tulisan yang menjadi prioritas dari penerbit Andi
    *   Saat ini kita sedang mencari naskah-naskah yang mendukung kurikulum yang baru bu Siska. Ini prioritas            utama untuk 2- 3 tahun ke depan. Bapak ibu bisa mencoba peluang ini.
     *    Bisakah cetak kalender selama 1 tahun, harga kurang bersaing di daerah.

7.  Kriteria terpenting yang diinginkan penerbit Anda dalam menerima suatu karya,
     * otentik dan unik. Karena biasanya satu tema ditulis oleh banyak penulis dengan sudut pandang masing-            masing.
8. Alur kongkrit mengajukan naskah secara solo, 

9. Mohon dijelaskan untuk buku yg berjudul "20 Hari Menerbitkan Buku" itu apakah murni diterbitkan penerbit     Andi atau melalui skema dana pribadi penulis?
        * Pertama kami putuskan untuk diterbitkan dengan skema pembiayaan penerbit pak untuk media                          elektronik book. Biasanya pemasaran akan melakukan proses Book on Demand jika ada permintaan fisik            buku baik dari penulis untuk dipasarkan sendiri maupun project dari pemasaran kami

        *  Bagaimana prosedur skema penerbitan melalui dana pribadi
            Untuk dana pribadi biasanya bisa melalui jalur cetak fisik pak, biasanya kami hitung dahulu biaya                            produksi  sesuai dengan permintaan penulis. Jika terjadi kesepakatan maka proyek penerbitan buku                    bisa  dilanjutkan. Untuk pemasaran biasanya bisa berbagi dari penulis dan outlet penerbit, melalui seleksi              pemasaran internal  kami.
        * Supaya naskah kami bisa diterbitkan dengan format digital di penerbit Andi dan                                                           kelebihan dan kekurangan nya bila dibandingkan dengan yang berupa buku fisik?
            Untuk format digital, pembaca buku biasanya belum familiar dengan transaksi elektronik book dan                        kebiasaan membaca di gadget.
            Dari buku-buku digital yang sukses pemasarannya biasanya dibantu oleh penulis dalam hal ini kebijakan              pemakaian  format digital yang dimasukkan dalam proses belajar mengajar.

Sesi Penutup

Peserta pelatihan diharapkan Narasumber untuk manfaatkan kesempatan menulis buku, saat perubahan kurikulum yang menjanjikan ini. 
Penerbit Mayor maupun Minor perbedaannya hanya di skala produksi,. 
Diharapkan peserta pelatihan  memilah dan memilih penerbit yang cocok dengan keinginan masing-masing. 

Refleksi

Malam hari ini saya bisa belajar, dan bertambah wawasan dalam hal :
  • seluk-beluk penerbit mayor.
  • mendapat gambaran peluang menulis buku
  • mendapat gambaran untuk mengajukan naskah pada penerbit mayor
  • Harus bisa memilih penerbit yang cocok dengan keinginan
Terimakasih Bapak Edi S. Mulyanta dan Bapak Mulyadi moderatoor malam ini. Terimalah salam hormatku....



Senin, 28 Februari 2022

Pemasaran Buku



Pelatihan Menulis    : ke 19
Peserta Menulis     : Gelombang 23 dan 24
Narasumber         : Agus Subardana
Moderator            : Raliyanti

Pemasaran Buku

Malam ini aku terlambat mengikuti Pelatihan menulis. Sore tadi aku menyempatkan berkunjung ke rumah kakaku di Sleman. Tujuanku memantau kondisi keluarga adikku yang isoman. Semula hanya isteri adikku. Namun belakangan menjadi seluruh anggota keluarga. Sampai di rumah kembali sudah pukul 19.30. Sementara ada tugas pelayanan yang harus saya koordinasikan bersama teman. Pukul  20.30 WIB barulah aku siap membuka laptop dan banyak terlambat. Semoga aku bisa menyelesaikan satu per satu permasalahan yang dihadapi.

Aku segera membuka Hp dan malam ini flayer terpambang dengan judul materi Pemasaran Buku.

Akupun tadi sempat membawa sekardus telur bebek hasil ternak adikku. Karena dia isoman maka kakakku dan keponakanku yang memasarkan. Akupun ikut andil untuk memasarkan ke sekitar tetanggaku. Semoga terjual manis, untuk menolong usaha adikku itu.

        Beli asparagus di pasar sana
        kubawa cukup dalam saku
        Bersama Pak Agus Subardana
        Kupas tentang pemasaran buku

Menurut Wikipedia, Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah aktivitas dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.

Pemasaran menurut W. Y. Stanton Pemasaran ialah sesuatu yang mencakup seluruh sistem yang bersangkutan dengan destinasi untuk merencanakan dan menilai harga hingga dengan mempromosikan dan menyalurkan barang dan jasa yang dapat memuaskan keperluan pembeli aktual maupun potensial.

Proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu:

  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. 

Pembukaan
Kegiatan dibuka dengan doa bersama oleh moderator yaitu Ibu Raliyanti. Selanjutnya mengenalkan Bapak Narasumber malam ini yaitu Bapak Agus Subardana, S.E., M.M.  dari Penerbit ANDI Yogyakarta. Beliau sudah bekerja selama 17 tahun di Penerbit Andi. 

Penyampaian Materi : Strategi Pemasaran Buku

Semboyan mengatakan Buku adalah jendela dunia.  Hal ini mengandung pengertian bahwa adanya buku sebagai sumber penyampaian informasi yang mampu membuka wawasan seseorang. Sejak dini anak-anak dikenalkan buku. Proses belajar mengajar memerlukan adanya buku. 
 Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.
 Di tengah melesunya bisnis di berbagai industri akibat pandemi Covid-19, industri penerbitan buku sekala Global - Dunia justru bertumbuh.  Merujuk laporan Nielsen BookScan ICM, penjualan buku di secara global / Dunia hingga akhir 2021 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan.
Masih merujuk data tersebut, genre buku yang mengalami kenaikan adalah :
  • genre “Food & Drink” yang pertumbuhannya mencapai 33% atau menjadi 2,8 juta Euro. 
  • genre Fiksi tumbuh 9% (menjadi 7,1 juta Euro), 
  • genre Leisure & Lifestyle tumbuh 37% (menjadi 1,4 juta Euro), 
  • genre Personal Development tumbuh 11% (menjadi 2,2 juta Euro),
  • genre Children & Young Adult Non-Fiction tumbuh 15% (menjadi 1,5 juta Euro).
Apakah di Indonesia mengalami pertubuhan dalam Pemasaran Buku di masa Pandemi ?

Dari analisa pasar dan Diungkapkan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), seperti yang dikutip dari situs resmi www.ikapi.org, industri penerbitan nasional terdampak cukup keras dalam terpaan pandemi. Hal ini karena  tutupnya toko-toko buku, sekolah-sekolah, dan pengadaan buku oleh dinas/perpustakaan.
Jadi Industri buku di saat pandemi di indonesia mengalami penurunan yang dratis mencapai 50% hingga 80 %.
Penerbit ANDI Offset Yogyakarta ..Alhamdulilah masih bisa bertahan dan bertumbuh...
Penerbit ANDI Yogyakarta ada beberapa genre buku yang kontribusinya justru bertumbuh di masa pandemi. Antara lain,
  • genre buku sekolah ,
  • genre buku anak, 
  • genre masak,
  • genre self improvement, hukum,
  • genre bisnis, 
  • genre parenting & family, 
  • dan computing & technology,
Fenomena menarik di industri penerbitan buku pada masa pendemi adalah :
  1. bertumbuhnya penjualan di kanal online dan Directselling .
  2. perubahan pola perilaku konsumen, khususnya segmen remaja. Konsumen remaja tidak lagi melihat harga, tapi gimmick. Mereka juga selalu ingin menjadi orang yang pertama mendapatkan produk bukunya,”
Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Strategi Pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu:
  1.  Strategi Pemasaran Buku serangan Udara (on line) 
             a. Pentingnya Transformasi Digital 
                         Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy.
                 Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch,                                        keharusan  mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di                                  sektor-sektor industri., terutama sektor Industri Perbukuan.
                          Strateginya yang utama yang kita pakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi                     mendasar pada bisnis penerbitan buku .
                Adapun Manfaat Digital Marketing antara lain :
                o Biaya lebih relatif terjangkau atau murah
                o Daya Jangkauan sangat luas 
                o Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita tawarkan sesuai katagori 
                o Komunikasi dengan Konsumen Lebih Mudah
                o Lebih cepat popular 
                o Sangat Membantu Meningkatkan Penjualan 
                o Mudah di evaluasi dan di kembangkan

                 Strategi On Line ini kurang lebih ada lima stretegi yang dilakukan yaitu
                   Pertama,   melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini                                             jumlahnya mencapai 100 best seller.
                   Kedua,       Penerbit ANDI  juga massif menggelar program Pre Order melalui toko buku online, e-                                               Cmerc, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual  merchandise                                                          e-book, hingga buat  content.
                    Ketiga       Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi di semua produk, baik promosi, branding,                                                 hingga resseller. Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan                                                                 sebagai bagian  dari gaya  hidup masyarakat".
                    Empat,       Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan                                             online.
                     Kelima,     Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak                                       terjual  melalui  program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara On                                                 Line. 

                b. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
                                Kita tentunya punya komunitas dan relasi.
                    Gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku.
                   Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya                                  lebih tinggi.  Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta                                   dapat menjaga integritas pribadi kita. 
                   Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan                                                  mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live ..Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang                                       menarik.

       2. Strategi pemasaran buku serangan Darat ( off line )

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
a. Strategi Pemasaran di Toko Buku 
    Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian              besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku        maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku            Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

Data Toko yang masih aktif tahun 2022


Penerbit Andi menempatkan Marketing di seluruh Indonesia, untuk menyukseskan pemasaran buku.


Salah satu tugas marketing adalah Chek stok. Berikut ini contoh tujuan dan proses chek stok:, manager, suprvisor, dan
Tugas lainnya adalah menjalin hubungan baik dengan toko., antara lain manager, supervisor, dan para pramuniaga.

Marketing Toko Buku juga harus bisa Selling skills , artinya kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjual produk, baik itu berupa barang ataupun jasa.  
Dalam Selling skills ada aktif selling yaitu dengan menyapa dan memberikan layanan.
Analisa toko, yaitu analisa buku beseller dan analisa usia pengunjung karena ini untuk menentukan display buku. 
Repead order, jika ada buku laku dan habis agar segera repead order agar lancar peredaran buku.

Untuk mempertajam pemasaran di toko buku dapat kita lakukan Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
- Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
- Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program              TAM , dll )
- Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita                    proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

Dalam satu tahun kita dapat merencanakan Program Promo antara lain sebagai berikut :


Contoh-contoh promo buku yang Top di Gramedia






Bpk Ibu Guru yang Hebat ... strategi pemasaran buku yang terakhir yaitu Directselling
Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah.
Produk-produk Penerbit ANDI Offset tersebut dipasarkan dan dijual langsung melalui perwakilan penjualan independen yang dikenal juga sebagai Sales Direct selling produk dikirim langsung dari produsen ke perusahaan penjualan, lalu ke perwakilan atau distributor, dan terakhir ke konsumen.Produk yang dijual melalui penjualan langsung biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradisional. Ini berarti menemukan distributor atau perwakilan adalah satu-satunya cara untuk membelinya.
Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA,                SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales)
Tugas Tenaga Penjual / sales DIRECT SELLING tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
- Kunjungan langsung ke tiap sekolah PAUD-TK, SD,SMP,SMA,SMK
- Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi  untuk temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan,               ke LPPM dan sampai ke para Rektor .
- Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat

Tanya Jawab

1. Syarat-syarat dan perhitungan biaya apabila ingin menerbitkan buku di ANDI OFFSET, 
  •  Kerjasama secara reguler , yaitu Ibu langsung mengirim pak naskah ke ANDI Offset... dan naskah ibu akan di nilai di penerbitan kami dengan nilai standar dari kami yang menentukan dan bila Naskah Ibu dinyatakan diterima maka akan di terbitkan tanpa biaya apapun . dan bila naskah Ibu di tolak berarti gugur.
  • Kedua yaitu kerjasama Perorangan , hal ini berdasarkan kebutuhan dari penulis dan naskah Ibu Kami terbitkan berdasarkan pesanan khusus dari Ibu Helmi , dengan kalkulasi harga berdasarkan Jumlah halaman, jenis kertas dan warna atau hitam putih.
  • Ketiga Kerjasama antar lembaga (Penerbit dengan Institusi) yaitu kerjasama Pecintraan Bersama dengan paket minimal 300 Exs untuk kebutuhan lembag
2. Syaratnya jika buku karya saya diterbitkan secara digital, 
  • Naskah di review terlebih dahulu dari pihak AO
  • Di jawab oleh tim development di terima atau tidak Naskah
3.  Kriteria buku yang tergolong best seller, 
      Buku yang terjual terbanyak di suatu toko dan di luar toko secara nasional, berdasarkan oplahnya lebih 10            ribu eks, genre jenis novel, religi, anak, bisnis.
      Buku yang banyak laris dipasaran itu hanya buku buku dari penulis ternama, tidak, contoh buku anak,                   sesuai  momen
      Strategi khusus bagi penulis pemula agar buku mereka juga bisa laris dan dilirik pasar, ada dengan cara                membaca trend pasar. Contoh hobi tanaman, cara memelihara tanaman, dari media online masuk pasar              dan marketplace
4. buku  yang menjadi saran pak Agus untuk di tulis oleh kami ini apalagi menyangkut ke kurikulum  baru                dan angka kredit guru
    PAO, mencari buku penggerak, buku profil pancasila dari setiap mapel, Angka kredit poinnya cukup besar.
    Syarat penulisannya mungkin bisa dibagikan 
    Baca blog literasi Kang Agus ukuran kertas, banyak halaman, jenis hurus, dll. 
    Sebagai Penulis yang bukunya sudah diterbitkan apakah ada 'tugas selanjutnya' dalam pemasarannya,                   penulis dan penerbit saling promosikan.

Penutup
Teruslah menulis dalam bentuk buku Cetak atau buku digital... 
Dengan menulis maka karya akan di kenang selama-lamanya .

Refleksi 
  1. Dengan menulis banyak manfaat, memiliki karya dan dapat mendatangkan financial.
  2. Promosi sangat diperlukan dalam rangka pemasaran.
  3. Mengenal Penerbit Andi sebagai mitra penulis menerbitkan buku
  4. Memiliki wawasan, syarat penerbitan buku,  strategi pemasaran buku

Terimakasih Bapak Agus... terimalah salam hormatku